Saya ada di
grup ini karena Omjay. Ya, Omjay, guru hebat yang Go Blog dan hobby Ngeblog
hingga menjadi Guru Blogger. Virus
menulis yang disebarnya telah memapar banyak orang. Saking ganasnya, guru-guru
anggota PGRI dari Sabang sampai Merauke dibuat sakau menulis.
Omjay belajar
ngeblog dari sahabatnya, Pak Dedi Dwitagama. Guru matematika di SMKN 50 Jakarta ini gemar berbagi,
termasuk berbagi pengalaman di grup belajar menulis yang digagas Omjay ini.
Pak Dedi Dwita
Gama mulai nulis di blog sejak 2005. Ketika ada wordpress (2007), ia membuat
beberapa blog sekaligus yang isinya mendokumentasikan semua aktivitasnya mulai
dari kegiatan di sekolah, jalan-jalan dan hobbynya di bidang fotografi. , masih
ada 10 blog lain yang ia kelola. Teknologi ia manfaatkan untuk kegemarannya
berbagi. Melalui blog ia menuliskan ide dan gagasannya. Melalui blog ia berbagi
cerita dan kebahagiaan. Hingga sekarang, lebih dari sepuluh blog yang ia
kelola. Apa sih kiat Pak Dedi bertahan
15 tahun ngeblog? Ia mengemukakan 5 alasan. Pertama, dengan ngeblog ia merasa
punya majalah sendiri yang bisa diisi sesukanya. Kedua, blog sebagai media
branding atau alat promosi gratis tentang ide, kegiatan, skill, dan sebagainya.
Dari sini ia dikenal dan banyak menerima undangan banyak untuk berbagi. Dari Aceh
hingga Papua dan beberapa negara di dunia. Ketiga, blogwalking saat kehabisan
ide menulis, dapat menambah asupan gizi literasi dan memunculkan ide menulis.
Keempat, blog sebagai tempat meninggalkan jejak hidup, seperti dalam pribahasa,
gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan tulisan. Dan, kelima, blog
sebagai tempat mengabarkan berbagai hal baik di dunia maya dan dunia nyata.
Di antara
seabreg kesibukan, bagi Pak Dedi, menulis bisa kapan saja. Saat istirahat, usai
upacara sebelum jam mengajar, saat istirahat antar jam mengajar, sebelum pulang
sekolah, saat menunggu anak pulang sekolah, menunggu istri belanja, menunggu
rapat di mulai, atau saat rapat agar tidak ngantuk.
Sebagai
penulis, ia tak luput dari kebuntuan ide. Saat itu terjadi, tipsnya mudah saja,
menulis sebisanya, walau cuma satu alinea dilengkapi foto. Tapi saat banyak
ide, ia menabung tulisan dengan cara membuat beberapa tulisan yang
penayangannya dijadwal hingga beberapa bulan ke depan. Pada saat ia tak menulis,
tulisannya otomatis tayang sendiri. Untuk menarik perhatian pembaca, judul tulisan
yang diposting harus menarik dan sedang dicari dan dibutuhkan banyak orang.
Guru multi
talenta yang suka menulis di wordpress ini punya jurus "ALA BIASA KARENA
BIASA." Ia melakukan aja apa yang mau ia lakukan, lama lama terbiasa.
Prinsipnya mulai melakukan sesuatu yang kita mau, dan siap terus belajar. Ia
tak menulis yang tak ia kuasai, juga tak mau jadi pembicara untuk topik yang
tak iakuasai.
Menulis di
blog, sama halnya dengan menjalani tugas mendidik anak bangsa. Jika dijalani
dengan serius, rutin dan sepenuh hati, maka akan mendapatkan banyak hal yang
tak terduga. Karena proses tak akan mengkhianati hasil. Maka mulailah berproses.
Buatlah tulisan tentang apa saja yang disukai. Teruslah menulis walau akan
dibaca orang atau tidak.
Istiqamah
menulis dan ngeblog selama satu setengah dasa warsa bukan sesuatu yang mudah.
Tapi trainer dan motivator pendidikan ini punya resep manjur untuk tetap eksis
menebar tulisan lewat blog. Ia dapat menulis apa saja, kapan saja dan di mana saja serta dalam situasi dan kondisi
apa saja.
“Gajah Mati Meninggalkan
Gading, saat Saya Pergi Meninggalkan Tulisan yang Bisa dilacak di Google,”
begitu Pak Dedi Dwitagama mengutip sebuah peribahasa.