Paimin yang takut disuntik, tapi juga takut terpapar covid, menjadi kebingungan. Berhari-hari ia mengurung diri di kamar. Berbagai bujuk rayu dilayangkan Aytun. Hingga jurus jitu dicobanya, tapi belum bisa menggoyahkan Paimin. Aytun jadi ingat kelemahan suaminya. Kata sayang lupa ia sisipkan dalam bujuk rayunya. Akhirnya Paimin setuju untuk divaksin. Dengan semangat ia menuju puskesmas.
Paimin baru sadar ketika ditanya NIK. Ia lupa tidak membawa KTP. Ia pun bergegas pulang mengambil dompet, lalu kembali ke puskesmas. Namun lagi-lagi ada masalah. NIKnya tidak terdaftar. Ternyata ia belum punya KTP elektronik. Sesuai saran petugas ia harus ke kelurahan dan kecamatan untuk mengurus pembuatan e-KTP. Dasar lagi sial, kantor kelurahan tutup karena aturan PPKM darurat. Karyawannya bekerja dari rumah, work from home. Paimin menarik nafas menahan kesal. Kunang-kunang mulai menghampiri matanya. Kepalanya pusing. Perutnya keroncongan. Ia baru ingat nasi kuning sarapan paginya belum ia sentuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar