Jumat, 08 Januari 2021

Training Online : Public Speaking for Teacher

 

                                                             

Public Speaking for Teacher

Pelatihan belajar bicara atau public speaking secara online adalah program baru yang digagas omjay bersama PGRI. Pelatihan ini dilakukan menggunakan aplikasi zoom pada setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 19.00 s.d 21.00. Sederet nama nara sumber sudah dishare omjay di grup WA Belajar Bicara PGRI.

Sesi pertama dimulai pada Selasa, 5 Januari 2021.  Nara sumber yang mengisi materi adalah Bapak Namin AB Solihin. Walaupun tidak sempat hadir di zoom, penulis masih dapat menyimak materi beliau di channel youtubenya.

Berbicara, tentunya siapapun bisa. Tetapi berbicara di depan umum, tdak semua orang bisa melakukannya. Untuk dapat berbicara di depan umum dengan baik, memerlukan ketrampilan tersendiri yang perlu dikuasai. Pak Namin yang dikenal sebagai motivator dan Bapak Empat Anak Tanpa Gadget , memberikan beberapa tips dan tehnik belajar public speaking (berbicara di depan umum) yang baik.

I.      5 Tips Belajar Public Speaking

Bagaimana caranya agar kita memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) yang baik? Lima tips berikut ini akan dapat membantu mengasah kemampuan kita dalam berbicara di depan umum.

1.       Aktif berorganisasi

Organisasi adalah sarana yang tepat untuk belajar berbicara yang baik. Dalam organisasi banyak kesempatan untuk berbicara. Misalnya kita bisa menjadi MC, moderator, menyampaikan pengumuman atau aktivitas lainnya yang menuntut kita untuk berbicara.

2.       Ambil kesempatan

Dalam aktifitas kehidupan pasti banyak kesempatan untuk berbicara. Misalnya ketika diminta untuk menjadi pembawa acara (MC), moderator, atau apapun, maka ambil kesempatan itu sebagai media untuk berlatih.

3.       Ikut program public speaking

Dengan mengikuti program pelatihan public speaking, kita akan mengetahui tentang tips dan trik berbicara di depan audience yang baik.

4.       Banyak membaca buku

Banyak membaca buku akan banyak menambah kosakata sebagai bahan ketika kita berbicara.

5.       Sering Berlatih Sendiri

Sebelum kita tampil berbicara di depan umum, sebaiknya kita sering berlatih berbicara sendiri di rumah. Kita bisa melakukannya di depan cermin atau memanfaatkan kamera untuk merekamnya. Dengan memutarnya kembali, kita dapat mengetahui apakah kemampuan berbicara kita sudah baik atau masih ada kekurangan.

 

II.    Rahasia Publik Speaking untuk Guru

Sebagai guru, berbicara adalah sarana komunikasi yang utama ketika menyampaikan materi pelajaran. Cara dan gaya bicara seorang guru akan berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yamg diberikan. Agar mudah dipahami siswa, guru perlu memiliki skill berbicara atau public speaking yang baik. Berikut ini rahasia public speaking yang harus diketahui seorang guru.

1.       Poise (Bersikap tenang)

Ketika berbicara di depan umum upayakan kita bersikap tenang dan tidak terburu-buru. Agar bisa bersikap tenang, kita harus memastikan bahwa kita tidak punya masalah dengan orang lain.

2.       Voice (Pengaturan suara atau intonasi)

Ketika berbicara kita harus mengatur intonasi suara kita, kapan harus pelan, sedang atau keras. Dengan pengaturan intonasi yang benar, akan membuat kita lebih percaya diri.

3.       Menjiwai materi

Agar menjiwai materi yang kita sampaikan, maka kita pilih materi yang kita kuasai atau kita tekuni. Dengan demikian audience akan mudah memahami pembicaraan kita.

4.       Eye contact (kontak mata)

Ketika berbicara pandangan mata kita harus bisa menatap semua peserta yang ada di depan kita. Kita tidak boleh menunduk atau hanya menatap peserta di sebelah kiri atau kanan saja.

5.       Gesture tubuh

Dengan gesture tubuh yang baik dan menarik, akan sangat mempengaruhi daya tangkap peserta terhadap materi yang kita sampaikan.

6.       Speed (Kecepatan bicara)

Kecepatan bicara juga mempengaruhi daya tangkap peserta. Untuk itu perlu memperhatikan siapa audience kita, agar kita bisa mengatur kecepatan bicara kita.

 

III.  Tips Mengurangi Grogi Saat Kita Berbicara di Depan Umum

Salah satu modal utama guru yang kreatif dan menyenangkan adalah menguasai public speaking. Namun, ada satu kendala yang pasti dialami setiap orang ketika berbicara di depan umum,yaitu nervous atau grogi.

1.       Latihan berbicara di rumah , di depan cermin atau di depan kamera. Dengan sering berlatih akan membuat kita percaya diri dan siap untuk tampil dengan baik.

2.       Datang sebelum acara dimulai, minimal 30 menit sebelum acara dimulai. Hal ini penting untuk mengetahui bagaimana kita harus tampil, dimana kita berdiri, berapa jumlah audience, siapa yang akan kita sapa dan persiapan lainnya.

3.       Memahami materi yang akan disampaikan dengan membaca atau mencari referensi sesuai materi yang akan disampaikan.

4.       Membuat catatan ringkas berisi poin-poin penting yang akan disampaikan.

5.       Mengecek penampilan (performance), pakaian, bau badan, dan lainnya.

6.       Kenali panggung, ruangan, audience.

7.       Berdoa, baca bismillah

Hal-hal di atas akan membantu kita lebih siap tampil dengan percaya diri.

 

IV. 6 Tanda Presentasi Sudah Tidak Menarik

Untuk mengetahui apakah presentasi atau penyampaian materi kita masih menarik atau tidak, bisa kita lihat dari sikap peserta atau audience. Berikut ini pertanda sebuah presentasi sudah tidak menarik lagi.

1.       Peserta mulai gaduh, berisik, ngobrol.

2.       Peserta mulai menguap dan mengantuk

3.       Peserta sibuk dengan gadget.

4.       Peserta sibuk ngobrol.

5.       Banyak yang izin ke toilet.

6.       Peserta sudah tidak fokus.

Untuk mengatasi hal di atas, kita bisa melakukan improvisasi misalnya dengan olahraga ringan, main game atau ice breking.



Kamis, 31 Desember 2020

Akhir Pesta Malam Tahun Baru

       

 
       Rintik gerimis menghiasi hari terakhir di bulan Desember. Waktu seakan tak rela meninggalkan kenangan di 2020. Atau bersedih karena malam tahun baru masih dalam kungkungan pandemi. Pemerintah telah mengeluarkan edaran  terkait larangan perayaan malam pergantian tahun yang menimbulkan kerumunan massa. Malam tahun baru cukup di rumah saja. Imbasnya, di sosmed ramai postingan bahan kuliner untuk menu pelengkap saat detik-detik pergantian tahun. Tradisi pasangan Paimin Aytun keluar rumah seperti tahun-tahun lalu, otomatis menjadi gatot, alias gagal total.
       Paimin dan Aytun sepakat untuk merayakannya di rumah. Tak kalah dengan kehebohan di medsos, dua ekor ikan gurame seberat dua kilogram, telah disiapkan Aytun. Bumbu dan sarana bakar lainnya pun sudah tersedia. Mereka berbagi tugas. Tepat pukul 11.00 wib, Paimin mulai uprak-uprek di teras belakang. Ia bertugas membuat perapian dan membakar ikan hingga matang. Sementara Aytun sibuk membuat sambal kecap, menyiapkan lalapan dan lainnya. Tepat pukul 11.50 menu ikan gurame bakar telah siap. Aromanya menebar ke penjuru kampung. Menggoda siapa saja yang menciumnya. 
       Rencananya, acara santapan dilakukan setelah detik pergantian tahun selesai. Paimin dan Aytun masih punya waktu untuk menyaksikan pesta kembang api dari teras depan rumahnya. Dua batang kembang api sudah tergenggam erat di tangan masing-masing. Seperti tahun-tahun yang lalu, mereka bersama-sama menghitung mundur detikan waktu. Tepat pukul 00.00 langit di atas kampungnya mendadak terang benderang. Cahaya kembang api yang dilepas dari berbagai sudut kampung menghiasi angkasa. Suara desingan dan dentumannya seakan menjadi musik pengiring datangnya awal tahun. Paimin dan Aytun tak mau ketinggalan. Kembang api segera disulut dan melesat ke angkasa. Cahayanya turut melukis keindahan langit kampung malam itu. Mereka saling mengucapkan selamat tahun baru. Tak lupa mengusung doa dan harapan terbaik di tahun baru yang akan dilaluinya bersama. Tibalah moment santap malam. Mereka segera menuju ruang makan. Namun, rupanya ada pesta lain di dalam sana. Si Belang dan si Molly, kucing kesayangannya, sedang asyik melahap gurame bakar di kolong meja. Paimin dan Aytun terbelalak kaget. Gurame bakarnya nampak tercabik-cabik berantakan. Apa hendak dikata. Berbagai rasa berbaur di hatinya. Teriring beberapa tegukan rasa kecewa yang masuk melewati kerongkongannya tanpa makna. 



Kota Wali, 01 Januari 2021

Rabu, 30 Desember 2020

The Queen of The Night

   
      Gerimis masih setia menghiasi senja di Rabu akhir bulan Desember. Lantunan lagu Desember Kelabu baru saja berlalu. Sebuah tanya terbersit di benakku. Kenapa Desember identik dengan kelabu? Ah itu kan cuma syair sebuah lagu. Walau dalam kenyataannya, memang kondisi umum sedang kelabu terkait pandemi covid yang belum juga berlalu. 
      Beberapa kawan terpapar virus kasat mata ini. Bahkan ada yang satu keluarga harus menjalani karantina mandiri di rumah selama beberapa waktu. Seperti yang terjadi pada OmJay beberapa waktu yang lalu. Beliau dan istri serta anaknya kini telah dinyatakan sembuh dari covid.
      Dalam dingin malam ini saya keluar rumah. Ada pemandangan indah di teras. Tiga bunga wijaya kusumah yang saya tanam di pot mekar bersamaan. Saya jadi teringat OmJay yang bernama asli Wijaya Kusumah. Walaupun pernah terpapar covid, OmJay selalu ceria dan tetap semangat untuk berbagi. Tak ada kesan kelabu pada diri beliau. Seperti sang bunga Wijaya Kusumah yang mekar malam ini. Dalam dingin tetap menebar keindahan bagi siapa yang melihatnya.
      Desember tak selalu kelabu. Semoga OmJay seperti bunga Wijaya Kusumah, yang selalu mekar memancarkan keindahan.

Kota Wali, 31 Desember 2020
      



Rabu, 18 November 2020

Lelangan

     Lelangan berasal dari kata 'lelang', yang berarti penjualan di hadapan banyak orang dengan penawaran yang atas mengatasi dan dipimpin oleh pejabat lelang. 
     Lelangan tanah kas desa merupakan upaya pemerintah desa dalam pemanfaatan kekayaan desa berupa tanah atau lahan. Hasil lelang ini lebih lanjut dimanfaatkan untuk pembangunan atau membiayai kegiatan desa lainnya yang berkaitan dengan tradisi desa.
     Pelaksanaan lelang dilakukan oleh panitia lelang yang dibentuk oleh Kuwu dengan persetujuan BPD. Panitia selanjutnya menyusun program kerja yang berisi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil lelang. Dalam persiapan, panitia melakukan pendataan atau inventarisasi lahan, menyusun harga dasar lelang berdasarkan kelas lahan, menyusun tata tertib dan persiapan administrasi lainnya.
     Sebelum pelaksanaan lelangan, panitia mensosialisasikan lelangan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dan mempersiapkan keuangan bagi yang berminat menjadi peserta lelang. Masyarakat yang berminat diperbolehkan mendaftarkan diri agar diundang pada saat lelang. 
      Pemdes Geyongan di bawah pimpinan Kuwu yang baru menjabat 11 bulan itu, menggelar lelangan tanah aset desa. Lelangan ini baru dilaksanakan kembali setelah lebih dari dua dasawarsa. Sebelumnya lelangan dilakukan dengan sistim tertutup. Dengan sistim lelang ini, tanah kas desa hanya dikelola oleh sekelompok orang tertentu yg bermodal besar dan mempunyai kedekatan dengan pemdes. Hal ini menimbulkan kecemburuan dan berbagai dugaan penyelewengan oleh pemdes sebelumnya.
     Bersyukur di tahun 2020 ini, sesuai janji Kuwu pada saat penyampaian visi misi, salah satunya akan dilakukannya lelangan tanah kas desa. 
     Dari hasil inventarisasi aset desa, diketahui jumlah tanah titisara seluas 22,75 bahu. Lahan itu terletak di 15 blok atau lokasi dengan luas bervariasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak lebih kurang 5 bahu, sudah digunakan untuk dana talangan pembangunan lantai dua kantor Kuwu. 
     Anggaran pembangunan lantai dua tersebut berasal dari bantuan gubernur tahun 2020. Namun karena jumlahnya terbatas, sedangkan untuk membangun hingga selesai dibutuhkan biaya tiga kali lipat. Memang pembangunan ini ibarat simalakama. Bila tak dibangun maka pada musim penghujan kebocoran dari dak terjadi di banyak titik. Kondisi ini tak bisa dibiarkan. Tapi, bila dibangun anggaran dari bangun jelas jauh dari cukup. Berdasarkan rembug antara Kuwu, BPD dan perangkat desa, serta hasil konsultasi dengan dinas terkait, bisa diselesaikan dengan tambahan dana dari PAD. 
     Saat ini progresnya sekitar sudah 75 %. 

Kamis, 12 November 2020

Arwah Korban Covid

     Meninggalnya pak Tedy karena covid, sempat bikin heboh. Konon, arwah karyawan puskesmas itu sering gentayangan. Paimin selaku petugas jaga malam di puskesmas itu, juga sering menemui kejadian-kejadian aneh. Sirine mobil ambulance yang tiba-tiba berbunyi sendiri di malam hari. Petugas kebersihan pagi-pagi melihat sosok seperti pak Tedy sedang berada di belakang. 
     Sontak petugas itu lari tunggang langgang. Perawat yang tiba-tiba kehilangan beberapa jarum suntik dan obat-obatan. Suara rintihan orang kesakitan dari kamar periksa, dan kejadian-kejadian aneh lainnya. Suatu malam Paimin bersama Bertus, petukgas jaga yang lain, penasaran perihal sirene yang berbunyi sendiri. Diam-diam mereka melakukan pengintaian. Seperti dugaan, pas tengah malam sirine kembali berbunyi. Sambil mengendap- endap dengan penuh rasa takut, Paimin dan Bertus melihat dengan mata kepala mereka sosok yang dicari. Seorang lelaki nampak sedang asik memainkan tombol sirine. Setelah yakin bahwa lelaki itu bukan hantu, Paimin berteriak. Lelaki itu kaget dan segera keluar dari ambulance. Ia lari tunggang langgang. 

     Dengan full keberanian, Paimin mengejar lelaki itu. Bertus mengikuti dari belakang. Paimin melihat lelaki itu berlari menuju bangunan tua yang lama tak dihuni. Paimin menghentikan langkahnya. Ia teringat bangunan itu dihuni oleh orang gila. Paimin memutuskan untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib dan kepala puskesmas. Malam itu juga bangunan itu digerebeg beramai-ramai. Setelah orang gila itu diamankan, bangunan itu digeledah. Semua terbelalak mendapati semua harang-barang yang hilang ada di sana.

Kamis, 05 November 2020

Reuni Kecil

     Hari ini ada event spesial. Salah seorang temen SMAku mau hajatan. Undangan sudah dishare di WAG alumni sepekan yang lalu. Kemarin beberapa temen alumni menghubungi ku.Mereka berencana datang bareng. Waktu disepakati setelah duhur. 
     Aku gak bisa berangkat bareng mereka. Tapi aku sepakat untuk ketemu di tempat acara. Maklum, sudah lama kami tidak saling jumpa. Anggap saja even hajatan itu sebuah reuni kecil. Ya, dibilang kecil karena tidak semua alumni bisa hadir. Mereka yang siap dan sempat saja yang mungkin bisa membersamai keseruan di antara kami. 
     Istriku ikut serta ke tempat kerja, sekalian gabung ke hajatan. Selesai acara di kantor, aku dan istri meluncur ke lokasi hajat. Jaraknya lumayan jauh. Sekitar setengah jam perjalanan. Di tengah jalan, telepon berdering. Kami dikabari bahwa rombongan sudah berangkat. Wah, berarti bisa datang bareng. 
     Jalanan agak sedikit terganggu karena ada sebagian jalan yang rusak dan berlobang. Tak lama kami sampai di lokasi. Untuk memastikan kami bertanya kepada laki-laki yang sepertinya bertugas mengatur kendaraan tamu. Aku memposisikan mobilku di tempat parkir yang aman dan langsung berbalik arah biar mudah ketika mau pulang.
     Tenda megah menghiasi lokasi hajat. Setelah mengisi buku tamu, kami langsung masuk. Mataku jelalatan mencari barangkali sudah ada teman alumni yang datang. Tiba-tiba aku melihat lambaian tangan yang tak lain adalah teman alumni. Tuan rumah menyambut kedatangan kami dengan sukacita. Ternyata baru satu kendaraan yang datang. Katanya ada tiga mobil lagi rombongan alumni yang bakal hadir.
     Kami terlibat obrolan dan candaan yang kadang konyol. Persis seperti anak sekolahan. Suasana abu putih mendadak seperti terulang kembali. Begitulah bila ngumpul dengan teman-teman alumni yang tergabung dalam wadah Nepalers '87. Kami lulusan 1987 SMAN Palimanan, kabupaten Cirebon. Sambil menikmati hidangan kami ngobrol sepuasnya. 
     Tak lama rombongan lain datang. Suasana tambah seru. Jumlah semuanya ada 25 orang. Hampir satu kelas. Pokoknya ramai banget. Usia kami yang Balita (Baru Lima Puluh Tahun), saat itu seolah baru tujuh belasan. Candaan dan gurauan ala SMA bermunculan. 
     Di sela acara tak lupa kami berfoto bersama untuk mengabadikan kenangan hari itu.
   
     

Writer's Block

Pentigraf Oleh: Yoyon Supriyono Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semu...