Jumat, 05 Februari 2021

Buah Sedekah


      Di era pandemi, semua serba online. Hal ini dilakukan, selain karena tuntutan zaman, juga dalam rangka memotong penyebaran virus Corona. Bukan hanya proses pendidikan, transaksi belanja, berbagai keperluan pembayaran, bahkan seminar atau tausiah pun bisa kita ikuti secara online. 
     Sudah sebulan lebih Paimin menyimak tausiah online yang dibawakan secara rutin oleh ustadz dan ustadzah ternama. Pengaruhnya luar biasa dalam kehidupan pribadi Paimin. Suatu hari, Paimin mengikhlaskan tabungannya untuk menolong nyawa tetangganya di rumah sakit. Padahal, tabungan itu ia rencanakan untuk membeli kendaraan. Aytun jelas sewot mengetahui hal ini. Dengan sabar Paimin menjelaskan kewajiban tolong menolong dengan sesama, seperti yang disampaikan oleh penceramah. Aytun hanya diam dan cemberut. Gegara itu Aytun mogok bicara dengan suaminya. Paimin hanya bisa bersabarp dan berdoa atas sikap istrinya. 
      Suatu pagi Paimin memenuhi undangan dari bank tempat ia menabung. Pulangnya ia diantar pihak bank. Sebuah mobil hasil undian dari bank, telah menjadi milik Paimin. Mengetahui hal itu, Aytun memohon maaf kepada suaminya. Aytun menjadi yakin, janji Allah itu nyata. 

Kamis, 04 Februari 2021

Honda Jazz

      Berkecukupan memang relatif. Ketika kondisi ekonomi membaik, keinginan orang selalu ada saja. Ketika rumah masih ngontrak, ingin punya rumah sendiri. Sudah punya kendaraan ingin ganti yang baru. Sudah punya hp triji, mau ganti yang fourji. Pokoknya keinginan tidak ada habisnya. 
      Kali ini Aytun yang sedang merengek minta ganti kendaraan. Suaminya, Paimin, favorit dengan merek Yamaha. Dari pertama punya kendaraan, memang kendaraan yang dimiliki suami istri itu belum pernah ganti. Sepulang arisan, Aytun merengek minta kendaraan baru. Paimin yang memang bersahaja, merasa kendaraan yang dimilikinya masih bagus. Prinsipnya, selagi masih bisa dipakai, kenapa harus ganti yang baru. Aytun minta ganti kendaraan dengan merk Honda. Di arisan tadi, ia mendengar obrolan ibu-ibu tentang Honda jazz. Katanya nyaman dikendarai. Apalagi di waktu hujan, pasti tidak kehujanan.
      Karena sayang istri Paimin segera ke kota. Ia bingung memilih yang sesuai dengan kondisi koceknya. Setelah beberapa lama, jatuhlah pilihannya sesuai yang diinginkan istrinya. Ia pun pulang dengan kendaraan barunya bermerek Honda. Aytun langsung gembira ketika melihat suaminya datang dengan sepeda motor Honda. Namun tiba-tiba ia protest karena bukan Honda jazz, nanti pasti basah bila kehujanan. Paimin membuka jok motor dan mengeluarkan jass hujan bonus pembelian. 
"Ini motor Honda, dan ini jassnya untuk dipakai saat hujan," tutur Paimin.
Aytun yang tidak mengerti soal kendaraan, manggut-manggut sambil melongo. Suaminya memang cerdas, pikirnya. Beli Honda dapat jas, jadilah Honda jazz ....

Rabu, 03 Februari 2021

Subsidi

      
Salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat adalah dengan diberikannya subsidi pada beberapa produk vital seperti BBM, listrik, dan pupuk untuk petani. 
      Perjalanan subsidi misalnya pupuk masih dirasa kurang tepat sasaran. Dengan kata lain petani belum bisa menikmati secara maksimal. Hal ini dikarenakan adanya oknum yang mengambil keuntungan dari barang penerintah ini. 
      Mulai tahun ini, penebusan pupuk bersubsidi oleh petani menggunakan sistem baru yaitu menggunakan kartu tani. 

Selasa, 02 Februari 2021

Sebuah Isyarat

      Berkendara di derasnya hujan, kadang tak bisa ditunda. Kondisi kendaraan tentunya harus fit. Rem, kaca spion, ban, lampu, AC, dan terutam wifer harus dalam kondisi baik. Walaupun tak menutup kemungkinan, bisa saja hambatan tiba-tiba datang.
      Sore itu Paimin dan Aytun dalam perjalanan pulang dari tempat wisata. Sebetulnya mereka ingin menghabiskan waktu lebih lama di lokasi wisata. Namun karena turun hujan, mereka memutuskan untuk pulang. Hujan deras dan angin kencang bukanlah suasana yang pas untuk dinikmati berlama-lama. Satu persatu pengunjung meninggalkan lokasi. Mobil  yang dikendarai Paimin melaju perlahan. Tak diduga, tiba-tiba mesin mobil mati. Dengan sisa putaran roda, Paimin segera menepi untuk sekedar memeriksa kerusakan. Ia turun dengan sebuah payung merah marun yang melindunginya dari air hujan. Sebuah sedan merah dengan laju kencang mendahuluinya. Walau dengan reflek Paimin meloncat, namun siraman air yang terbelah roda mobil itu, mengenai sebagian celana Paimin. Dengan tetap sabar, Paimin geleng kepala. Kap mobil pun dibuka. Tak ada tanda-tanda kerusakan. Ketika distarter, mesin mobil tiba-tiba normal kembali. Aneh, pikir Paimin.
      Perjalanan pun dilanjutkan. Setelah beberapa ratus meter melaju, di depan nampak ada pemandangan yang tak biasa. Di tengah jalan, sebatang pohon besar roboh. Mobil merah yang tadi mendahului dan membuat basah pakaiannya, nampak tak bergerak tertindih batang pohon. Paimin menghentikan mobilnya. "Subhanallah," ucapnya. Andai tak mogok, mungkin mobilnya yang berada di depan sana. Sebuah isyarat dari yang maha penyelamat. Ia dan istrinya segera keluar untuk memberi pertolongan. 


Senin, 01 Februari 2021

Ingin Mencoba Konsisten

     
Tak terasa sudah menginjak Pebruari 2021. Padahal tahun baru terasa baru kemarin. Cepat sekali waktu melaju. Seperti berpacu dengan zaman yang semakin menggerus.
     Sudah dua bulan lebih tangan ini tak menari di atas keyboard. Ada rindu untuk menuangkan sekedar isi hati, yang selama ini kubiarkan menumpuk dalam benak. Lalu hilang ditelan hening dan gelap malam. 
      Kesibukan yang overload membuat waktu terasa sempit dan jauh dari sempat. Urusan sekolah, walaupun masih PJJ, tetap menyita waktu dan perhatian yang lumayan fokus. Urusan dalam pemerintah desa sebagai anggota BPD, juga tak kalah menyita waktu dan konsentrasi. Frekuensi rapat terkait perubahan anggaran karena covid, pembahasan regulasi tingkat desa yang menyangkut semua aspek, kordinasi dengan pihak tertentu, atau menggali potensi dan urgensi permasalahan di masyarakat yang perlu segera ada solusi, menjadi makanan sehari-hari. Dan seabreg kegiatan lain termasuk kegiatan usaha dalam rangka membantu menopang ekonomi rumah tangga.
      Sebetulnya semua itu bisa menjadi bahan yang bisa ditulis. Namun terkadang kondisi tubuh yang memaksa untuk diistirahatkan, meminimumkan bahkan menjauhkan konsistensi untuk kegiatan yang satu ini, menulis. 
       Goresan kali ini mencoba mensinkronkan kata hati dengan tarian jari di layar handphone. Masih di sela-sela obrolan dengan rekan BPD, mencoba kembali berkonsistensi. Ubi rebus hangat dan kopi hitam menjadi kuliner primadona di tengah rintik hujan tengah malam ini. 
      Usai rapat, tema obrolan melebar ke berbagai topik. Dari cerita masa kecil anak desa, hingga kisah- kisah lucu dan konyol yang dialami masing-masing. Tawa ceria terus berlanjut mengiringi tangis malam yang enggan berhenti. 
      Kusudahi dulu jari ini menari, karena batere hp yang menurun drastis. Semoga masih kuat untuk memposting goresan ini. 
      
      
      
      

Jumat, 08 Januari 2021

Training Online : Public Speaking for Teacher

 

                                                             

Public Speaking for Teacher

Pelatihan belajar bicara atau public speaking secara online adalah program baru yang digagas omjay bersama PGRI. Pelatihan ini dilakukan menggunakan aplikasi zoom pada setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 19.00 s.d 21.00. Sederet nama nara sumber sudah dishare omjay di grup WA Belajar Bicara PGRI.

Sesi pertama dimulai pada Selasa, 5 Januari 2021.  Nara sumber yang mengisi materi adalah Bapak Namin AB Solihin. Walaupun tidak sempat hadir di zoom, penulis masih dapat menyimak materi beliau di channel youtubenya.

Berbicara, tentunya siapapun bisa. Tetapi berbicara di depan umum, tdak semua orang bisa melakukannya. Untuk dapat berbicara di depan umum dengan baik, memerlukan ketrampilan tersendiri yang perlu dikuasai. Pak Namin yang dikenal sebagai motivator dan Bapak Empat Anak Tanpa Gadget , memberikan beberapa tips dan tehnik belajar public speaking (berbicara di depan umum) yang baik.

I.      5 Tips Belajar Public Speaking

Bagaimana caranya agar kita memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) yang baik? Lima tips berikut ini akan dapat membantu mengasah kemampuan kita dalam berbicara di depan umum.

1.       Aktif berorganisasi

Organisasi adalah sarana yang tepat untuk belajar berbicara yang baik. Dalam organisasi banyak kesempatan untuk berbicara. Misalnya kita bisa menjadi MC, moderator, menyampaikan pengumuman atau aktivitas lainnya yang menuntut kita untuk berbicara.

2.       Ambil kesempatan

Dalam aktifitas kehidupan pasti banyak kesempatan untuk berbicara. Misalnya ketika diminta untuk menjadi pembawa acara (MC), moderator, atau apapun, maka ambil kesempatan itu sebagai media untuk berlatih.

3.       Ikut program public speaking

Dengan mengikuti program pelatihan public speaking, kita akan mengetahui tentang tips dan trik berbicara di depan audience yang baik.

4.       Banyak membaca buku

Banyak membaca buku akan banyak menambah kosakata sebagai bahan ketika kita berbicara.

5.       Sering Berlatih Sendiri

Sebelum kita tampil berbicara di depan umum, sebaiknya kita sering berlatih berbicara sendiri di rumah. Kita bisa melakukannya di depan cermin atau memanfaatkan kamera untuk merekamnya. Dengan memutarnya kembali, kita dapat mengetahui apakah kemampuan berbicara kita sudah baik atau masih ada kekurangan.

 

II.    Rahasia Publik Speaking untuk Guru

Sebagai guru, berbicara adalah sarana komunikasi yang utama ketika menyampaikan materi pelajaran. Cara dan gaya bicara seorang guru akan berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yamg diberikan. Agar mudah dipahami siswa, guru perlu memiliki skill berbicara atau public speaking yang baik. Berikut ini rahasia public speaking yang harus diketahui seorang guru.

1.       Poise (Bersikap tenang)

Ketika berbicara di depan umum upayakan kita bersikap tenang dan tidak terburu-buru. Agar bisa bersikap tenang, kita harus memastikan bahwa kita tidak punya masalah dengan orang lain.

2.       Voice (Pengaturan suara atau intonasi)

Ketika berbicara kita harus mengatur intonasi suara kita, kapan harus pelan, sedang atau keras. Dengan pengaturan intonasi yang benar, akan membuat kita lebih percaya diri.

3.       Menjiwai materi

Agar menjiwai materi yang kita sampaikan, maka kita pilih materi yang kita kuasai atau kita tekuni. Dengan demikian audience akan mudah memahami pembicaraan kita.

4.       Eye contact (kontak mata)

Ketika berbicara pandangan mata kita harus bisa menatap semua peserta yang ada di depan kita. Kita tidak boleh menunduk atau hanya menatap peserta di sebelah kiri atau kanan saja.

5.       Gesture tubuh

Dengan gesture tubuh yang baik dan menarik, akan sangat mempengaruhi daya tangkap peserta terhadap materi yang kita sampaikan.

6.       Speed (Kecepatan bicara)

Kecepatan bicara juga mempengaruhi daya tangkap peserta. Untuk itu perlu memperhatikan siapa audience kita, agar kita bisa mengatur kecepatan bicara kita.

 

III.  Tips Mengurangi Grogi Saat Kita Berbicara di Depan Umum

Salah satu modal utama guru yang kreatif dan menyenangkan adalah menguasai public speaking. Namun, ada satu kendala yang pasti dialami setiap orang ketika berbicara di depan umum,yaitu nervous atau grogi.

1.       Latihan berbicara di rumah , di depan cermin atau di depan kamera. Dengan sering berlatih akan membuat kita percaya diri dan siap untuk tampil dengan baik.

2.       Datang sebelum acara dimulai, minimal 30 menit sebelum acara dimulai. Hal ini penting untuk mengetahui bagaimana kita harus tampil, dimana kita berdiri, berapa jumlah audience, siapa yang akan kita sapa dan persiapan lainnya.

3.       Memahami materi yang akan disampaikan dengan membaca atau mencari referensi sesuai materi yang akan disampaikan.

4.       Membuat catatan ringkas berisi poin-poin penting yang akan disampaikan.

5.       Mengecek penampilan (performance), pakaian, bau badan, dan lainnya.

6.       Kenali panggung, ruangan, audience.

7.       Berdoa, baca bismillah

Hal-hal di atas akan membantu kita lebih siap tampil dengan percaya diri.

 

IV. 6 Tanda Presentasi Sudah Tidak Menarik

Untuk mengetahui apakah presentasi atau penyampaian materi kita masih menarik atau tidak, bisa kita lihat dari sikap peserta atau audience. Berikut ini pertanda sebuah presentasi sudah tidak menarik lagi.

1.       Peserta mulai gaduh, berisik, ngobrol.

2.       Peserta mulai menguap dan mengantuk

3.       Peserta sibuk dengan gadget.

4.       Peserta sibuk ngobrol.

5.       Banyak yang izin ke toilet.

6.       Peserta sudah tidak fokus.

Untuk mengatasi hal di atas, kita bisa melakukan improvisasi misalnya dengan olahraga ringan, main game atau ice breking.



Writer's Block

Pentigraf Oleh: Yoyon Supriyono Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semu...