Minggu, 12 Juni 2022

Juragan Empang

Yoyon Supriyono

Perjalanan panjang dan melelahkan akhirnya menemui ujungnya. Semua karena sebuah rasa, kekuatan cinta. Sungguh tak terduga, ternyata tempat tinggal sang kekasih nun jauh di kampung pesisir. Sangat jauh dari keramaian.

Malam itu Jojo terpaksa menginap di sebuah surau. Air laut sedang pasang sehingga jembatan bambu menuju kampung Juleha, kekasihnya, tak bisa dilewati. Tukang ojek tak bisa mengantarnya sampai di sana. Jarak ke kampung tujuan masih lumayan jauh. Itupun harus ditempuh berjalan kaki. Begitu petunjuk Ki Jamal, guru ngaji di surau itu. 

Lepas subuh Jojo melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Tiba di kampung yang dituju, ia mampir di sebuah warung sambil bertanya. Ternyata rumahnya di ujung jalan. Nampak banyak orang sedang beres-beres. Sepertinya usai sebuah acara kenduri. "Juleha baru saja menikah kemarin. Ayahnya terlilit hutang dan merelakan putri semata wayangnya diperistri Bang Tirta, juragan empang terkaya di kampung ini," seorang ibu paruh baya menjelaskan dengan berbisik. "Jadi istri ke lima," tambah ibu itu. Jleb. Jantung Jojo seperti terpanah. Seorang gadis dengan rambut basah terurai nampak kaget melihat Jojo. Seorang pria gagah berkumis berdiri di sampingnya.

Gadis Gen Z

Gadis Gen Z

Yoyon Supriyono

Baru sebulan kutinggalkan dunia jomblo, setelah Artin hadir dalam hidupku. Artin gadis yang cantik molek. Walau kadang sikapnya sering terkesan kaku dan aneh, tapi hatiku sudah tertumpah padanya. Yang aku suka, ia selalu patuh padaku. Setiap saranku tak pernah ditolaknya. 

Gadis generasi Z ini selain cantik, juga cerdas. Bila kuajak ngumpul dengan teman-teman di kantin, ia pandai bicara dan tahu banyak hal. Teman-teman millenialku dibuat melongo dan terpukau. Semua memberi pujian. Aku bangga memiliki pacar seperti dia. 

Siang ini kujemput Artin di  halte bus untuk kuajak ke kampus. Seperti biasa ia mudah terlibat obrolan. Kali ini ia bicara tentang era digital, di mana beberapa pekerjaan manusia ke depan seperti pelayan, pekerja pabrik bahkan guru akan digantikan oleh artificial intelligent atau robot pintar. "Aku salah satu dari AI itu," kata Artin datar mengakhiri obrolan. Semua terkejut mendengarnya, terlebih diriku. Tiba-tiba Prof Ramsey, dosen Otomasi di fakultas informatika terapan, minta izin  membawa Artin. Sudah dua hari robot uji cobanya itu telat diprogram ulang. Ups!

Kamis, 19 Mei 2022

Rest Area 57

Avanza hitam kubelokkan di rest area 57 tepat pk.12.00. Setelah macet di km 21 s.d km 29, rasa lelah menghampiri tubuhku. Teman perjalananku, pa Nurismo sudah kebelet pipis dari tadi. 
Kami berdua pulang dari bimtek Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diselenggarakan oleh kemdikbudristek selama 4 hari di Swiss Bel hotel Serpong, Tangerang. Kami menjalaninya dengan rilex, walaupun materi nya cukup berbobot. Anggap saja refreshing, setelah menjalani rutinitas kesibukan di sekolah.
Kami menikmati segelas cappucino dan tahu goreng di Kedai Tipat. Tempatnya nyaman untuk rilex sejenak. 
Perjalanan masih cukup panjang menuju Indramayu, tempat tinggal pa Nurismo, lalu ke Cirebon. Semoga Allah melindungi perjalanan kami hingga sampai tujuan. Aamiin.

Senin, 04 April 2022

Menuntut Ilmu

Menuntut Ilmu

Yoyon Supriyono

Bulan Ramadan bulan penuh maghfiroh. Sebagai kepala sekolah baru, Pak Soleh selalu ingin berbagi kebaikan kepada segenap warga sekolah. Tak hanya dalam aktivitas di sekolah, sharing kebaikan juga ia lakukan di media sosial. WAG sekolah menjad ajang berbagi dalam hal ibadah keagamaan dan pengetahuan termasuk peningkatan kompetensi melalui webinar atau pelatihan online lainnya.

Ketika mendapat informasi pelatihan online, Pak Soleh langsung memposting di grup. Harapannya akan banyak rekan guru yang mendaftar, karena waktunya di luar jam kerja. Sekaligus mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka.

Ketika rehat malam, Pak Soleh dikejutkan sebuah komentar bahwa Ramadan sebaiknya digunakan untuk beribadah, bukan untuk menuntut ilmu. Komentar itu menohok hatinya. Merasa diremehkan, ia langsung berargumen bahwa menuntut ilmu juga ibadah. Usai sahur Pak Soleh kembali membuka WAG sekolah. "Punten Pak Kepala, sebaiknya ilmu jangan dituntut, kasihan dia salah apa, Pak." Pak Soleh tertegun. Sambil tersenyum ia membalas dengan emoticon menepuk jidat disambung dengan ekspresi tertawa.

Minggu, 03 April 2022

Puasa Pertama

      Setelah MUI menetapkan bahwa tanggal 1 Romadhon 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022, maka sholat taraweh pun mulai digelar di masjid-masjif dan Mushola. Umat Islam berbondong-bondong hingga memenuhi teras bahkan ada yang sampai menggelar sajadahnya di halaman masjid atau Musholla. Bahan ada yang menutup jalan atau gang karena jamaah tak kebagian tempat. 
      Malam hari mulai terdengar lantunan ayat-ayat Al Qur'an yang dikemas dalam tadarusan. Dini hari mulai terdengar musik penggugah sahur berkeliling kampung. Ibu-ibu mulai beraktivitas malam menyiapkan makan sahur.

Writer's Block

Pentigraf Oleh: Yoyon Supriyono Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semu...