Menggali potensi dan menemukan solusi dari permasalahan yg dihadapi petani, merupakan agenda rutin orang yg satu ini. Pak Bimo, begitu panggilan akrabnya. Ia menghabiskan waktu perjalanan dinasnya dg blusukan langsung melihat kondisi petani di lapangan dari dekat.
Jumat, 17 September 2021
Jumat, 06 Agustus 2021
aklamasi
AKLAMASI
Dengan ini menyatakan usir Corona
Hal-hal mengenai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan, diselenggarakan dengan cara bersama dan dalam tempo yang secukup-cukupnya.
Di mana saja, 17 Agustus 2021
Atas nama rakyat jelata
Kamis, 22 Juli 2021
Ponpes Milenial
Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang bingung kemana harus menyekolahkan anaknya. Pandemi covid yg belum juga hilang, mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Orangtua banyak yang stress mendampingi putra putrinya ketika belajar dari rumah. Selain mengganggu waktu kerja, orangtua kewalahan membantu mengerjakan tugas-tugas sekolah yang tidak dipahaminya.
Senin, 19 Juli 2021
Pengorbanan tuk Lalui Pandemi
Bersabarlah
Bila sekatan menghalangi langkahmu
Pembatasan merampas rizkimu
Jaga jarak menjauhkan mimpimu
Sabtu, 17 Juli 2021
Denda atau Penjara?
Hidup di republik tercinta ini memang kadang terasa enak. Walau sudah diberlakukan aturan PPKM, tim petugas satgas covid-19 masih toleran. Kami pedagang kecil hanya dikasih peringatan lalu disuruh bubar. Namun hari ini, tim yang rutin patroli benar-benar menerapkan aturan. Kami memang harus bekerja karena jika tidak, keluarga di rumah kelaparan. Namun keseriusan petugas ini
Jumat, 16 Juli 2021
Gagal Vaksin
Lonjakan kasus kematian karena covid begitu tajam. Tiap hari ambulance meraung-raung, mengantarkan jenazah ke tempat terakhirnya. Walau demikian, masyarakat nampak masih kurang memperhatikan protokol kesehatan. Vaksinasi sebagai salah satu langkah pencegahan pun agak susah bagi masyarakat biasa. Padahal semua dilakukan secara gratis.
Paimin yang takut disuntik, tapi juga takut terpapar covid, menjadi kebingungan. Berhari-hari ia mengurung diri di kamar. Berbagai bujuk rayu dilayangkan Aytun. Hingga jurus jitu dicobanya, tapi belum bisa menggoyahkan Paimin. Aytun jadi ingat kelemahan suaminya. Kata sayang lupa ia sisipkan dalam bujuk rayunya. Akhirnya Paimin setuju untuk divaksin. Dengan semangat ia menuju puskesmas.
Paimin baru sadar ketika ditanya NIK. Ia lupa tidak membawa KTP. Ia pun bergegas pulang mengambil dompet, lalu kembali ke puskesmas. Namun lagi-lagi ada masalah. NIKnya tidak terdaftar. Ternyata ia belum punya KTP elektronik. Sesuai saran petugas ia harus ke kelurahan dan kecamatan untuk mengurus pembuatan e-KTP. Dasar lagi sial, kantor kelurahan tutup karena aturan PPKM darurat. Karyawannya bekerja dari rumah, work from home. Paimin menarik nafas menahan kesal. Kunang-kunang mulai menghampiri matanya. Kepalanya pusing. Perutnya keroncongan. Ia baru ingat nasi kuning sarapan paginya belum ia sentuh.
Langganan:
Postingan (Atom)
Writer's Block
Pentigraf Oleh: Yoyon Supriyono Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semu...
-
Bersyukur bisa menyimak pengalaman menulis buku dari seorang ibu guru hebat dan tangguh, Ibu Salamah. Beliau mengajar di SD N 2 Wonosobo, ...
-
Sore tadi saya berada di atas sebuah tower air. Walaupun miris, keinginan itu begitu kuat untuk duduk santai di atas menara ...
-
Resume ke-5 Gelombang : 28 Tanggal : 18 Januari 2023 Tema : Blog Sebagai Media Pembelajaran Narasumber : Dail Ma'ruf, M.Pd Moderator :...